
PKM Kolaborasi, Perkembangan zaman yang pesat, ditandai oleh kemajuan teknologi informasi dan globalisasi budaya, telah membawa dampak yang signifikan terhadap dunia pendidikan. Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial, emosional, bahkan spiritual. Tengah derasnya arus informasi dan perubahan nilai-nilai sosial, siswa membutuhkan ketahanan pribadi (resiliensi) agar mampu bertahan dan berkembang dalam situasi yang kompleks dan sering kali tidak menentu.
SMA Negeri 2 Pematang Siantar, sebagai salah satu institusi pendidikan menengah di wilayah Sumatera Utara, menghadapi dinamika serupa. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara informal dengan guru-guru BK dan wali kelas, ditemukan bahwa sebagian siswa menunjukkan gejala stres akademik, kesulitan dalam pengendalian emosi, dan penurunan motivasi belajar. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa lingkungan sosial yang terus berubah, serta kurangnya ruang pembinaan karakter yang terstruktur, menjadi faktor eksternal yang memengaruhi kestabilan psikologis siswa.SMA Negeri 2 Pematang Siantar memiliki berbagai potensi yang sangat mendukung pelaksanaan program penguatan resiliensi dan pendidikan karakter berbasis keagamaan. Secara umum, sekolah ini telah menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter siswa. Salah satu kekuatan mitra adalah adanya struktur organisasi sekolah yang mendukung kegiatan pembinaan siswa, seperti guru Bimbingan Konseling (BK), pembina keagamaan, dan pembina OSIS yang aktif. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki fondasi kelembagaan yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan atau program pelatihan dari pihak eksternal, seperti perguruan tinggi.Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, para dosen Universitas Medan Area berupaya memberikan kontribusi nyata dalam penguatan resiliensi siswa dengan mengintegrasikan pendekatan pendidikan keagamaan yang kontekstual dan aplikatif. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu sekolah dalam mengembangkan strategi pembinaan karakter yang lebih efektif serta memberikan bekal mental yang kuat bagi siswa dalam menghadapi masa depan.